Banyak Blog Banyak Rejeki?

Ketika pertanyaan ini dilontarkan kepada para blogger tentu bermacam jawaban akan didapat. Meski demikian saya yakin semua blogger sebelumnya telah memiliki kesepakatan awal bahwa mereka menganggap perlu mempunyai blog. (Ya iya lah…. Masa sich blogger nggak punya blog. Nggak lucu dong….) Nah, soal perlu atau tidaknya memiliki banyak blog inilah yang ingin saya omongkan tuliskan pada posting kali ini. Itung-itung buat nambahin postingan blog ini setelah beberapa hari banyak disibukkan oleh kegiatan yang terkait dengan proses pencalegan.

Menurut saya, pertanyaan di atas tidak harus dijawab dengan dua pilihan perlu atau tidak perlu. Memiliki blog yang banyak maupun sedikit tentu bergantung kepada kebutuhan (atau keinginan?), kemampuan, dan kesempatan yang dimiliki oleh masing-masing orang. Toni Jauhari , misalnya, menyarankan untuk memiliki banyak blog bagi mereka yang tertarik monetisasi blog di bidang paid review. Ini masuk akal karena semakin banyak blog yang dimiliki semakin banyak pula review yang dibuat dan itu berarti semakin banyak $$ yang diperoleh. Lain lagi dengan Budi Raharjo yang membuat banyak blog dengan melihat beberapa aspek yang mempengaruhi seperti layanan yang gratis, akses cepat, mudah digunakan, punya koleksi template yang sudah jadi, dan bisa diutak-atik (templatenya).

Sedangkan bagi para pemula yang tertarik dengan bisnis online terutama untuk bisnis paid review dan affiliasi akan lebih baik bila banyaknya blog yang dimiliki berbanding lurus dengan penambahan ilmu yang diperoleh serta kemampuan finansial dan kesempatan yang dimiliki. Semakin banyak ilmu yang diperoleh semakin banyak pula blog yang dikelola. Pada tahap awal, memiliki satu blog yang terawat tentu lebih baik daripada beberapa blog yang dibiarkan tidak dikelola.

Seorang pemula tentu harus terlebih dahulu memahami dan mempraktekkan teori-teori pengelolaan blog yang telah diperoleh. Bagaimana agar blog itu nyaman dikunjungi, apa yang mesti dilakukan agar blog dikenal oleh mesin pencari, bagaimana cara menempatkan gambar di posting, theme seperti apa yang pantas untuk blog yang dibuat, dan lain-lain adalah pertanyaan yang mesti dijawab dengan sikap kongkrit merealisasikan hal itu. Baru kemudian memperbanyak blog yang dibuat yang memang memiliki spesifikasi tertentu semisal blog untuk paid review, blog untuk berbisnis online model affiiasi, blog untuk toko online dan sebagainya.

Adapun bagi para ahli bisnis online maupun para master, mereka jelas lebih paham dan terbiasa dengan pengelolaan banyak blog. Mereka tidak dipusingkan oleh ribetnya menyediakan posting di masing-masing blog, mereka sudah paham dan terbiasa mengelola blog yang banyak. Mereka sudah tidak perlu bersusah-payah untuk meningkatkan traffic, dan lain-lain. Mas Fahri menyiasati pengelolaan banyak blog dengan mengajak kerja sama dengan blogger lain untuk menyediakan artikel. Mas Misbah, salah satu guru saya yang konon sampai sekarang sudah memiliki lebih dari 70 blog (wow…!) mengatur pengelolaan banyaknya blog dengan pola menjadikan sebagian blog sebagai blog statis dan ada yang update rutin untuk jangka waktu tertentu.

Bagaimana dengan Anda? Sudah berapa blog yang dikelola?

sumber:http://ngode.al-sabaliny.com/perlukah-memiliki-banyak-blog.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s